Di suatu sore...saat aku sedang menyapu halaman depan rumah....
Biasanya aku melakukan aktivitas ini sore hari setelah adzan ashar. Tetapi karena sabtu sore aku biasanya mengantarkan adikku pergi les jadi jadwal awal harus aku majukan. Jadilah aku menyapu halaman depan rumah sebelum adzan ashar. Sebab sesaat setelah adzan ashar aku harus pergi mengantar adik. Saat aku menyapu datanglah seorang kakek tua duduk di gapura sebelah rumah.
Dimana dibawah gapura terdapat tempat duduk. Rupanya kakek ini dalah soerang kuli angkut gragal. Gragal merupakan reruntuhan batu bata atau bekas bangunan yang digunakan untuk meninggikan rumah atau memadatkan lantai dasar rumah. Sambil beristirahat kakek tua ini mengeluarkan sesuatu dalam sakunya. Melihat kerut wajahnya tampak sekali lelah yang dia rasakan. Berkeliling mencari gragal untuk dijual kembali. Ya alloh.....miris rasanya. Astaghfirullah....saat itu aku merasa empati terhadap kakek tua ini. Bungkusan itu ternyata sebatang rokok murahan yang hanya mungkin mampu ia beli dengan sedikit penghasilan yang ia dapatkan. Tetapi kenapa rokok????aku bertanya dalam hatiku sambil menyapu halaman. Kakek kenapa engkau masih saja menghisap rokok. Aku merasa begitu iba tapi juga sekaligus begitu kecewa. Mungkin inilah yang dinamakan ironi. Sesaat dia mengajakku berbicara dan bertanya apakah ada nasi yang tersisa dirumah. Huff....aku bingung aku spontan menjawab tidak ada dengan bahasa jawaku untuk mengimbanginya. Karena memang saat itu mama ku belum menanak nasi. Ya alloh....astaghfirulloh....berkali kali aku mengucap kalimat itu. Miris dan tidak tega. Lalu aku berfikiran untuk menggantinya dengan memberinya sesuap makanan lainnya. Tetapi disaat aku menyelesaikan menyapu dan aku memasuki rumah tiba-tiba saja aku lupa dengan niatku dan langsung saja pergi begitu saja mengantarkan adikku. Astaghfirullah ya alloh....ampuni hambamu ini. Rasanya benar-benar miris dan ironis sekali. Sore yang sampai saat ini tetap kuingat dan mengharapkan kemunculan kakek itu lagi. Tapi beliau juga tak kunjung muncul lagi. Ya alloh.....ampuni hamba.....ingin sekali aku membantunya tapi kenapa rokok yang membuatku lfill. Ya alloh....ampuni hamba. Astagfirulloh,,,,kerut wajahnya,,,keriput yang ada diwajahnya. Peluhnya ya alloh...mengapa bisa membuatku lalai. Ya alloh...maafkan hamba. Rasanya nyesel banget juga. Duh ya alloh....
2 komentar:
goblok lo, tibang sedekah sedikit aja pake lupa.
ngapain lo pake illfil, hak dia mau ngerokok apa ga!!!!
hmm,,,,,sabar bukk,,,:)
Posting Komentar